Selasa, 07 Maret 2017

RAJA SALMAN DENGAN ROMOBONGAN NYA DI SAMBUT DI INDONESIA


Welcome King Salman in Indonesia....atau Marhaba Malik Salman fi Indunisia...begitu Rakyat Indonesia akan menyambut kedatangan Malik Salman yang Insya Allah akan berkunjung ke Indonesia pada tgl 1-9 Maret 2017.

 Kunjungan bersejarah ini,akan semakin memperkokoh kerjasama antara kedua Negara besar disegala bidang. Tidak tanggung-tanggung dalam kunjungannya ini,

Raja Salman akan membawa rombongan yang sangat banyak sekitar 1.500 orang,akan ikut mengiringi Beliau termasuk para Prince dan juga Mentri-mentrinya. Beliau akan melakukan kunjungan kenegaraan selama sembilan hari, yakni dari tgl 1 hingga 9 Maret 2017. Selama 1-3 Maret sebagai kunjungan kenegaraan dan 4 hingga 9 Maret berlibur di Bali. "Kunjungan ini membawa rombongan terbesar kurang lebih 1.500 orang, 10 menteri, 25 pangeran," kata Pramono.( republika.co.id).

Terakhir Raja Saudi Arabia berkunjung ke Indonesia pada tahun 1970, saat King Faisal berkuasa, jadi sudah lama sekali(sekitar 47tahun)pemimpin Saudi Arabia tidak berkunjung ke Indonesia. Kedatangan Malik Salman juga akan melakukan penandatanganan kesepakatan investasi bernilai 25 milyar dollars USA atau 337,5 Triliun Rupiah,jika @1$US/13.500 Rupiah,tapi yang sudah dipastikan adalah penandatanganan kerjasama antara Aramco dengan Pertamina untuk pembangunan kilang minyak di Cilacap-Jawa Tengah sebesar 6 Milyar dollars USA atau  81 Triliun Rupiah,selain itu ada penandatangan proyek lainnya senilai 1 milyar dollars USA. dekor bendera
saudi/saudiworldcars.wordpress.com


Sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, peningkatan kerja sama ekonomi menjadi agenda utama kunjungan Raja Salman beserta delegasinya ke Indonesia.  "Kerja sama ekonomi menjadi agenda utama Raja Salman beserta delegasi ke Indonesia. Akan banyak, tapi akan saya simpan dulu sampai Raja hadir," kata Menteri Retno usai menghadiri Raker Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (22/2).( republika.co.id). Oke skip dulu yang diatas ya... selanjutnya bagaimana caranya agar kunjungan beliau berkesan selama di Indonesia? Yang paling penting menurut saya adalah pemasangan bendera Saudi Arabia/Indonesia disepanjang jalan protokol yang dilalui oleh Raja Salman dan delegasi, syukur-syukur mengerahkan para pelajar dengan mengibarkan bendera Saudi Arabia dan bendera Merah-Putih, sesaat Raja Salman tiba dari Airport Halim Perdana Kusuma,menuju Istana Negara ataupun ke Penginapan. love King

Salman/saudiworldcars.wordpress.com Sepertinya hal sepele ya? padahal ini penting bagi Pemerintah Saudi Arabia, ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kedatangan Raja Salman, jangan salah lho.. Nasionalisme Bangsa Saudi Arabia sangat tinggi,contohnya saat hari Kemerfekaan/berdirinya Kerajaan Saudi Arabia atau saat timnas sepakbola mereka bertanding,jalanan jadi sepi seperti kuburan,begitu menang akan ada pawai dijalanan oleh anak muda arab/konvoi naik mobil dengan membawa bendera daudi arabia...ini sudah sering sekali terjadi... Dan selalunya kunjungan Raja Salman selalunya diliput habis-habisan oleh media  elektronik Saudi Arabia dan juga media semacam Al-Jazerra yang siarannya mencakup seluruh negara Arab dari Yaman hingga Maroko. Selanjutnya ya standards penyambutan VVIP... dari Government Indonesia, ini agar kesan baik bagi Bangsa Arab agar selanjutnya diharapkan mereka tidak ragu lagi menginvestasikan uangnya di Indonesia. Ya itu sekedar usul saja... barangkali bermanfaat bagi Pemerintahan Jokowi. Wassallamah..!

Articel selanjutnya: Obat aborsi asli ampuh | Jual obat aborsi asli

Apalagi, yang ditangkap adalah mereka yang menentang pengangkatan Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota dalam sebuah sidang di Dewan Kesetiaan (Allegiance Council), sebuah lembaga yang didirikan Raja Abdullah, yang bertanggung jawab menentukan suksesi kekuasaan pada masa depan.

Sebelumnya, status putra mahkota dipegang Pangeran Mohammed bin Nayef.


Belakangan, muncul dugaan bahwa Raja Salman berencana untuk mundur dan menyerahkan takhta untuk sang putra mahkota. Namun, informasi itu dibantah keras pihak Arab Saudi.

"Tak ada sama sekali peluang bagi raja untuk mundur," kata seorang pejabat senior Arab Saudi yang tak mau disebut namanya kepada Bloomberg, seperti dikutip dari Voice of America, Senin (13/11/2017).

Dia mengatakan, tak ada preseden penguasa Arab Saudi mundur saat masih hidup. Sumber tersebut juga menyebut, Raja Salman saat ini dalam kondisi kesehatan fisik dan mental yang "sempurna".

Sejarah mencatat, Raja Saud bin Abdulaziz mengundurkan diri demi memberi jalan pada saudara sekaligus pewaris takhta, Raja Faisal, pada pertengahan 1960-an, setelah mendapat tekanan dari anggota keluarga yang berkuasa.

Faisal, yang kemudian menjadi raja, kala itu secara faktual sudah memiliki kewenangan besar untuk mengatasi krisis ekonomi yang mendera Arab Saudi.

Spekulasi mundurnya Raja Salman mengemuka pekan lalu setelah media Iran, Press TV, melaporkan putra mahkota akan segera mengambil alih singgasana.

Raja Arab Saudi dikabarkan akan mengambil keputusan dalam waktu dua malam.



1 dari 2 halaman
Mengarah ke Monarki Absolut?
Pemilihan raja Arab Saudi selama ini dilakukan dengan mengedepankan primus inter pares alias musyawarah di Dewan Kesetiaan daripada monarki absolut.

Pengangkatan Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota telah menyingkirkan 36 pangeran senior lain dan menimbulkan pertentangan di internal para bangsawan.

David Des Roches, pengajar National Defense University di Washington mengatakan, pihak Saudi telah membantah isu pengunduran diri Raja Salman.

"Namun, pengamat luar berpendapat, Raja Salman akan mundur ketika putra mahkota sudah dalam posisi aman untuk memimpin," kata dia.

Des Roches menambahkan, orang-orang skeptis pada Raja Salman, juga dengan Arab Saudi, dan menganggap pengunduran diri tersebut adalah untuk mem-bypass atau memotong jalur Dewan Kesetiaan yang terdiri atas para pangeran senior dan memastikan posisi putra mahkota.

Meski demikian, ia berpendapat, karena sejumlah rival potensial putra mahkota telah ditahan dan disingkirkan, pengunduran diri Raja Salman belum dibutuhkan.

"Saat ini, Mohammed bin Salman telah memegang kendali di semua tingkatan kekuasaan," kata dia.


"Ia bisa menunggu ayahnya mangkat untuk mengambil alih negara, baik dalam hal status hingga praktik," kata Des Roches.

Ia menyebut, kekhawatiran yang kini muncul adalah, pergeseran "Saudi Arabia" ke "Salmani Arabia". "Akan ada banyak pangeran yang menggunakan kekuasaan--dan mendapatkan uang dari sana--akan dipotong," kata Des Roches.

"Alih-alih monarki konstitusional--setidaknya bagi para pangeran, bukan rakyat kebanyakan. Kerajaan Arab Saudi akan jadi monarki absolut."

Penahanan para pangeran dan pebisnis dilakukan bertepatan dengan keputusan Arab Saudi meningkatkan retorika terhadap Hizbullah dan Iran yang dianggap sebagai patron. Keduanya dianggap ikut campur dalam urusan di kawasan Arab, juga mendukung pemberontakan Houthi di Yaman.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi terus melancarkan perang melawan Houthi sejak Maret 2015.

Arab Saudi bahkan menuduh Iran melakukan "aksi perang" ketika pemberontak Houthi menembakkan rudal balistik ke arah Bandara Internasional di Riyadh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar